Ikhlas merupakan sumber kedamaian -Rini Suryani-

Sabtu, 30 Mei 2015

Ketika Hati Telah Memilih

"Tidak aku tidak menyukainya, tidakkkkkk.....". Kata yang sering diucapkan oleh seseorang yang tidak ingin menerima jika ia sebenarnya telah jatuh cinta pada seseorang. Masih belum mau mengaku dan menerima kemana hatinya telah berlabuh.


Ketika aku menyusuri jalan kesendirian, aku merasa semua akan baik-baik saja, semua akan berjalan baik, dan hatiku tidak akan berlabuh kemana-mana maupun mengingat masa lalu. 

Ketika aku memutuskan untuk menyusuri jalan kesendirian, aku merasa bahagia, tidak ada beban hati yang kurasakan selain dari kehidupan sehari-hari.

Ketika aku berpikir akan butuh waktu yang lama untuk membuat hatiku tergetar, aku merasa baik-baik saja dan benar-benar memikirkan bahwa itu adalah jalan terbaik.

Namun tidak ada yang bisa mengetahui....
Sulit untuk mengendalikan kehendak hati yang sebenarnya, sekuat apapun kita mencoba.

Cinta seringkali datang dengan ketidaksengajaan. Datang dengan cara yang simple maupun rumit, sesuatu yang sulit ditebak.

Jika kita berkata mengenai cinta, mungkin tak semua orang langsung merasakan jatuh cinta. Cinta banyak yang berasal dari perasaan kagum, suka, bahkan benci. Sekali lagi sulit untuk menebak bagaimana cinta akan mendatangi hati seseorang.

Saat kita bersikeras untuk mengatakan tidak pada perasaan yang terlanjur ada, rasa itu justru semakin keras mendobrak dinding di dalam hati kita. Semakin kita menolak untuk mengakuinya, semakin rasa itu berusaha masuk, masuk lebih dalam.

Cinta sulit ditebak. Datang disaat seseorang sedang menikmati berjalan sendirian. 
Cinta sulit dikendalikan. Memaksa masuk ketika seseorang berusaha menolaknya.
Cinta tak tahu diri. Menyukai seseorang yang bukan untuknya.
Cinta aneh. Meski telah mengetahui kenyataan, ia tetap berkembang.
Cinta layaknya sebuah virus. Sulit dihilangkan, dan terus menyebar.
Cinta merubah banyak hal. Seseorang rela merubah dirinya, seseorang bertingkah laku tidak seperti biasanya, karena cinta.
Cinta rumit. Banyak hal yang membuat perjalanan cinta tak bisa selalu lurus.

Dan Cinta menyakitkan...
Ketika berhadapan dengan cinta, namun keadaan tak mendukung.
Ketika berhadapan dengan cinta bertepuk sebelah tangan.
Ketika berhadapan dengan cinta yang diabaikan.
Ketika berhadapan dengan cinta yang ditolak.
Ketika berhadapan dengan cinta yang membuat dilema.
Ketika berhadapan dengan cinta yang tidak akan menjadi milik kita.
Ketika berhadapan dengan cinta yang membuat kita harus mengalah dan merelakannya.

Namun kita tidak bisa menyalahkan cinta.
Karena ketika hati telah memilih, sulit untuk mengabaikannya...


Minggu, 22 Maret 2015

Puisi Pagi: Tatapan Cinta

Saat ku terbangun mentari pagi begitu menyilaukan, langit cerah membuat mataku takjub akan indahnya dunia ini...

SubhanAllah sungguh indahnya dunia yang diciptakanMu ya Allah...

Ketika sebuah sosok muncul di benakku, sosok itu bukan siapa-siapa. Mungkin itu jodohku kelak.
Pikiran-pikiran nakal mulai berdatangan. Mengusik dan memaksaku untuk membayangkan banyak hal. Bersama sosok itu.

Imajinasi mulai liar. Sulit tuk dikendalikan. Aku membayangkan duduk bersamanya di bawah sinar rembulan. Terang. Indah. Dan menawan.

Ditemani lagu sendu bernada romantis. Kita berdua terlihat canggung namun saling memeluk di dalam hati.

Duduk berdampingan. Di sebuah pantai dengan desiran ombak. Aku menatapnya, dan mataku berkata "Aku Mencintaimu dengan Segenap Hatiku". Mata kami bertemu, lalu dia tersenyum. Mengambil kepalaku dan menyandarkan di bahunya. Merangkul dengan hangat.

Malam itu kami tak banyak bicara. Rangkulan dan tatapan telah menjawab segalanya. 

Cinta tak membutuhkan banyak kata untuk mengungkapkannya. 

Cinta dapat tersampaikan walau hanya dengan sebuah tatapan.

Sabtu, 22 November 2014

Bukanlah Takdirku

Setelah beberapa waktu...

Wah gak nyangka hampir setahun yang lalu kita pernah dekat. Yaa tapi sudahlah.

Masih hal yang sama yaitu rindu.

Ketika malam mulai datang, perasaan itu hadir lagi. Aku tak menginginkannya namun ia tetap hadir.
Ketika pagi mulai tampak rasa itu kembali hadir. Entahlah mengapa ia tetap melekat dan menghantui. Mengapa engkau hadir lagi?

Di hari yang hampir bertepatan dengan awal kita mengakui perasaan masing-masing, bayangmu kembali berkelebat di pikiran.

Setelah beberapa bulan hubungan ini merenggang, seharusnya ini waktu yang cukup untuk menghilangkannya, namun mengapa engkau masih saja hadir?

Aku masih memiliki rasa yang sama, sometimes aku masih merindukanmu. Bahkan jika mulai datangnya malam, bayangmu menghampiriku.
Mungkin aku memang telah menyibukkan diri. Telah membuat pikiranku penuh sehingga kenangan itu tak datang lagi. Tapi mengapa kenangan itu mendadak muncul?

Masih berbicara tentang rindu. Aku merindukan "Kita" yang dulu. Mungkin aku tidak menangis lagi, tapi dada ini masih terasa sesak.

Yaa sudahlah. Aku hanya merindu. Hanya mengingat kenangan itu. Tapi tenang saja aku tidak berharap lagi. Mencoba untuk selalu kuat.

Dulu aku selalu berharap engkau adalah jodohku. Hubungan kita akan berlanjut terus berlanjut hingga menjadi semakin dekat dan serius. Namun dengan banyaknya hambatan dan akhirnya merenggang sebelum menjadi hubungan yang serius, aku mulai sadar kita memang tak diizinkan bersama.

Berjalan berdampingan tidak sesuai dengan kita. Mungkin menurutmu aku bukan tipemu, mungkin menurutku kamu tak sesuai untukku. Pikiran kita tak pernah sejalan, ada saja yang salah kala itu.

Rasa ini terus muncul, mungkin karena aku menutup diri. Mungkin juga karena aku tak ingin membuka celah untuk orang lain. Sudahlah memang aku belum ingin jatuh cinta lagi.

Tapi setidaknya rasa ini tidak seperti dulu, tidak berharap seperti dulu. Rindu yang kadang hadir sepertinya hanya pelampiasan dari rasa kesepianku.

Kini aku mulai sadar dan yakin, kita memang tak sejalan.

Karena kamu bukanlah takdirku...